Kebiasaan Sehari-hari yang Jadi Alergen Asma pada Anak

Alergen atau zat pemicu alergi merupakan salah satu penyebab serangan asma yang terjadi pada anak-anak. Mengutip dari Halodoc, kondisi ini disebut sebagai asma alergi, yaitu peradangan kronis pada paru-paru dan saluran pernapasan ketika anak menghirup alergen. Sayangnya, alergen ternyata bisa muncul atau “hidup” di antara beberapa kebiasaan sehari-hari berikut.

Bermain boneka dan/atau dengan hewan peliharaan

Bulu-bulu dari boneka maupun hewan peliharaan adalah salah satu alergen yang cukup umum menyebabkan asma alergi. Bulu-bulu ini menempel di telapak tangan si kecil dan memicu serangan asma jika anak tidak segera mencuci tangan selepas bermain boneka atau dengan hewan peliharaan.

Makanya, orang tua perlu mengingatkan anak untuk langsung mencuci tangan dengan sabun setelah bermain boneka, dengan hewan peliharaan, atau objek lain yang berbulu. Tindakan preventif ini akan mengurangi risiko anak mengalami asma alergi, sehingga orang tua tidak perlu repot-repot mencari tahu cara mengobat asma pada anak.

Tidak merapikan tempat tidur

Ada orang yang jarang merapikan tempat tidur dengan alasan tempat tersebut akan digunakan kembali di malam berikutnya. Namun, kebiasaan ini nyatanya merupakan salah satu kesempatan perkembangan alergen tungau debu yang mungkin dapat menyebabkan asma alergen pada anak.

Karena itu, biasakan anak untuk merapikan tempat tidur setelah ia bangun pagi. Menurut Academy of Allergy, Asthma & Immunology, sekadar merapikan matras dan melipat selimut dapat membantu mengurangi risiko terkena asma alergi.

Malas bersih-bersih

Selain kebersihan tempat tidur, kebersihan tubuh juga menjadi satu yang perlu dijaga oleh anak. Pasalnya, tubuh anak yang habis beraktivitas di luar rumah—pergi ke sekolah, bermain bersama tetangga, ataupun berolahraga di lapangan kompleks—mungkin membawa alergen debu yang mungkin dapat menjadi pemicu asma alergi.

Oleh karena itu, orang tua juga perlu mengingatkan si kecil untuk segera bersih-bersih dengan cara mandi sekembalinya dari luar rumah. Dengan begitu, alergen debu yang mungkin menempel pada pakaian, kulit, dan rambut anak bisa hilang.

Nah, itulah dia beberapa kebiasaan harian yang dapat memicu pertumbuhan alergen asma pada anak. Si kecil mungkin sedikit abai karena merasa kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak berbahaya. Namun Anda selaku orang tua yang sudah mengetahui fakta ini, perlu membiasakannya buat rajin bersih-bersih diri.

Sebab, mencegah tentu lebih baik daripada harus kelimpungan mencari cara mengobati asma pada anak, bukan?